Menengok Rumah Kebaya, Rumah Asli Betawi yang Sudah Jarang di Jakarta


Menjadi anak zaman sekarang itu memang memiliki tantangan tersendiri terutama dalam hal sejarah. Seiring dengan berkembangnya teknologi, maka informasi serta gaya hidup, ternyata juga memiliki dampak yang cukup besar bagi mereka. Terbukti, tidak sedikit para generasi muda yang tidak mengetahui asal-usul adat istiadatnya sendiri.


Padahal di samping untuk mengetahui sejarah sangat penting, maka sejarah juga memiliki nilai tertentu yang khas, karismatik dan motivasi untuk masa depan. Oleh karena itu, sudah sepatutnya generasi muda harus berupaya keras mempelajari asal muasal-nya. Hal ini dilakukan agar mereka juga tahu apa yang mesti mereka lakukan untuk masa yang akan datang.

Fakta mengenai rumah kebaya asli suku Betawi 


Berikut ini, sekilas pengetahuan tentang rumah kebaya yang merupakan rumah adat khas Betawi.

Terbagi Menjadi 2 jenis

Rumah Kebaya itu sebenarnya bukan satu-satunya nama rumah asli suku Betawi. Ada beberapa nama lainnya yaitu seperti Rumah Bapang atau Rumah Gudang. Rumah Kebaya dan juga Rumah Bapang ini merujuk pada satu jenis rumah Betawi yang sama, namun hanya penamaannya saja yang berbeda.
Secara sekilas, maka bentuk Rumah Kebaya ini mirip dengan Rumah Joglo, rumah adat Yogyakarta. Namun, jika Anda lihat secara saksama, maka keduanya sangat berbeda. Salah satu perbedaannya tersebut terlihat dari atap rumah. Rumah Joglo atapnya tidak menyerupai pelana layaknya lipatan, akan tetapi menyerupai perahu yang terbalik.

Pembagian Ruang

Uniknya, untuk orangtua zaman dahulu memang sangat detail dalam hal mengatur pembagian ruang. Di rumah Betawi, untuk ruang publik berada di teras depan. Bagian ini maka biasa disebut dengan amben. Sementara untuk ruang pribadi berada di tengah.

Pada area ini, biasanya akan terdapat kamar atau biasa disebut dengan pangkeng. Sedangkan area servis pada rumah Betawi yaitu bagian dapur atau yang biasa disebut srondoyan.

Tidak Terdapat Kamar Mandi

Memang Rumah Kebaya ini tak punya kamar mandi dalam rumahnya. Akan tetapi kamar mandinya itu terpisah dan terdapat di belakang rumah. Bukan tanpa alasan, adanya pemisahan kamar mandi tersebut dikarenakan prinsip hidup suku Betawi yang berasumsi kalau segala kotoran harus disingkirkan dari bangunan utama. Jadi, para penghuni rumah bisa dengan nyaman tinggal di dalam rumah yang bersih baik lahir maupun batin.

Teras Luas Berpagar Rendah

Secara filosofis, diketahui pada bagian teras yang luas di rumah Betawi itu menunjukkan bahwa kebiasaan masyarakat Betawi sangat terbuka pada tamu ataupun pada orang-orang baru. Mereka dinilai bersifat pluralis dan juga bisa menerima berbagai perbedaan-perbedaan sebagai bentuk keragaman budaya bangsa.

Di depan teras juga terdapat pagar dengan tinggi sekira 80 cm yang biasanya terbuat dari kayu, pagar ini disebut dengan langkan.

Bagian pagar dibuka hanya pada bagian tengah dan di depan. Hal itu menunjukkan, bahwa dalam bertamu, etika yang baik menurut masyarakat Betawi yaitu melewati depan rumah, bukan samping rumah.

Lisplang Gigi Balang

Jika dilihat secara detil, maka terdapat hiasan kayu di lisplang Rumah Kebaya. Rangkaian ornamen tersebut yaitu ornamen gigi balang. Penamaan dari gigi balang itu sendiri diambil dari frasa gigi belalang, yang mana memang menyerupai gigi belalang.

Ornamen itu memang mempunyai filosofis tersendiri, yaitu sebagai lambang bahwa hidup masyarakat Betawi itu harus selalu jujur, rajin, ulet dan sabar. Sebagaimana halnya hewan belalang yang hanya bisa mematahkan batang tanaman jika dikerjakan secara ulet dan dalam tempo waktu yang lama.

Inilah seputar pengetahuan tentang rumah adat betawi, rumah kebaya. Semoga sejarah tidak hilang meskipun zaman sudah sangat berubah. Sudah sepatutnya generasi sekarang lebih mengenal akan berbagai ragam budayanya sendiri. Ingin mengenal lebih dekat tentang keindahan rumah adat ini Anda bisa langsung ke link ini https://artikel.rumah123.com/

Belum ada Komentar untuk "Menengok Rumah Kebaya, Rumah Asli Betawi yang Sudah Jarang di Jakarta"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel